Pembinaan Spiritual Berkelanjutan, Rutan Sukadana Dorong Perubahan Karakter Warga Binaan Lewat Pembinaan Kerohanian

Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Pembinaan Spiritual Berkelanjutan, Rutan Sukadana Dorong Perubahan Karakter Warga Binaan Lewat Pembinaan Kerohanian

Selasa, Januari 20, 2026 | 15:25 WIB 0 Views Last Updated 2026-01-20T08:25:36Z

Sukadana —  Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sukadana terus berkomitmen melaksanakan pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui penguatan pembinaan keagamaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembentukan karakter, peningkatan kesadaran spiritual, serta penanaman nilai moral dan akhlak mulia sebagai bekal perubahan ke arah yang lebih baik, Selasa (20/01). 

Pembinaan keagamaan tersebut dilaksanakan dengan menghadirkan para penyuluh agama dari Kementerian Agama Lampung Timur dan berlangsung dalam suasana tertib, khidmat, serta penuh makna. 

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kementerian Agama yang menegaskan pentingnya pembinaan rohani sebagai fondasi utama dalam proses pembinaan warga binaan. 

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kusnandar selaku Pembina Kerohanian yang mewakili Kepala Rutan Kelas IIB Sukadana. Dalam arahannya, Kusnandar mengajak seluruh warga binaan untuk menanamkan nilai keikhlasan dalam setiap proses kehidupan dan perubahan diri yang dijalani selama menjalani masa pembinaan di Rutan.

“Mari kita ikhlaskan setiap proses dalam melakukan kebaikan. Dengan keikhlasan, setiap langkah perbaikan diri akan bernilai ibadah. Terima kasih kepada para penyuluh agama yang telah hadir dan berbagi ilmu kepada warga binaan,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Kyai Wahidun. Dalam penyampaiannya, Kyai Wahidun mengulas berbagai materi keagamaan, mulai dari adab menjawab salam, anjuran membaca sholawat Tibil Qulub, hingga pemahaman tentang ibadah mahdhoh dan ghoiru mahdhoh. 

Ia menegaskan bahwa ketakwaan tidak hanya diukur dari ibadah ritual semata, melainkan juga tercermin dari akhlak, sikap, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

“Tingginya ketakwaan seseorang bukan hanya terlihat dari sholat dan puasanya, tetapi dari bagaimana ia berbuat baik, tidak menyakiti orang lain, serta berbakti kepada orang tua,” tutur Kyai Wahidun di hadapan warga binaan. 

Usai penyampaian tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pendalaman materi dan sharing session yang dilaksanakan secara berkelompok. Dalam sesi ini, warga binaan tampak aktif berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman, yang menunjukkan antusiasme serta keterbukaan dalam menerima materi pembinaan keagamaan. 

Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Andi. Pelaksanaan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif dengan pengawasan petugas.

Melalui pembinaan keagamaan ini, Rutan Kelas IIB Sukadana berharap nilai-nilai keikhlasan, akhlak mulia, serta bakti kepada orang tua dapat tertanam kuat dalam diri warga binaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal spiritual dan moral dalam menjalani kehidupan yang lebih baik, baik selama masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pembinaan Spiritual Berkelanjutan, Rutan Sukadana Dorong Perubahan Karakter Warga Binaan Lewat Pembinaan Kerohanian

Trending Now

Iklan

iklan