Bandar Lampung – Suasana gembira mewarnai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung pada Rabu, 15 April 2026. Lapas Kelas I Bandar Lampung ini menerima kunjungan edukasi dari rombongan siswa siswi beserta jajaran guru dari Taman Kanak Kanak Al Fayiz School. Kedatangan para generasi penerus bangsa ini disambut dengan sangat hangat oleh Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Medi Oktafiansyah, beserta seluruh tim kegiatan kerja.
Dengan antusiasme yang tinggi, para siswa dan siswi diajak berkeliling meninjau berbagai fasilitas di area kegiatan kerja. Destinasi pertama yang disambangi adalah pabrik roti. Di area ini, anak anak diajak bereksperimen dan merasakan langsung pengalaman seru membuat roti dengan tangan mereka sendiri. Kemeriahan terus berlanjut saat rombongan bergeser ke area produksi tempe, di mana mereka kembali diajak berkreasi dan melihat langsung proses pengolahannya secara tradisional namun bersih.
Petualangan edukasi tidak berhenti sampai di situ. Anak anak juga diajak menjelajahi area pertanian modern berbasis hidroponik. Di bawah bimbingan dan pengawasan langsung dari para petugas, mereka belajar mempraktikkan cara menanam sayuran segar seperti pakcoy dan selada. Seluruh rangkaian kegiatan belajar di luar kelas yang berlangsung di area kegiatan kerja ini berjalan dengan sangat lancar dan tertib.
Kepala Bidang Kegiatan Kerja merasa sangat bangga melihat semangat anak anak dalam mempelajari hal hal baru. Beliau menaruh harapan besar agar kunjungan singkat ini mampu memberikan inspirasi yang berkesan bagi anak anak.
"Kami sangat senang menyambut adik adik dari Taman Kanak Kanak Al Fayiz School hari ini. Harapan saya, melalui kegiatan eksperimen dan menanam ini, anak anak bisa memetik pelajaran berharga serta terinspirasi dari karya karya nyata warga binaan kita yang sangat produktif di area kegiatan kerja ini," ungkap Medi Oktafiansyah dengan senyum ramah di sela sela kegiatan pendampingan.
Kunjungan edukatif ini sekaligus menjadi sarana yang sangat efektif bagi Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung untuk terus menunjukkan sisi positif institusi kepada masyarakat luas. Hal ini membuktikan bahwa area kegiatan kerja di balik tembok pemasyarakatan mampu menjadi ruang edukasi yang ramah anak, inklusif, dan penuh dengan karya karya yang sangat menginspirasi.




