Tim Periset FEBI UIN RIL Survei Lapangan, Kaji Strategi Ekonomi Biru untuk Penguatan Kampung Nelayan Merah Putih

Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Tim Periset FEBI UIN RIL Survei Lapangan, Kaji Strategi Ekonomi Biru untuk Penguatan Kampung Nelayan Merah Putih

Jumat, Juni 05, 2026 | 06:32 WIB 0 Views Last Updated 2026-06-04T23:33:05Z

Pesawaran – Komitmen pemerintah dalam membangun kawasan pesisir melalui program Kampung Nelayan Merah Putih mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Sebagai bagian dari upaya mendukung kebijakan tersebut, Tim Peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Intan Lampung melakukan survei lapangan di Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada Kamis (4/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian berjudul “Strategi Ekonomi Biru Melalui Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dalam Mewujudkan SDGs Desa (Studi pada Masyarakat Pesisir Lampung dan Banten)”. Penelitian tersebut berupaya merumuskan model pemberdayaan masyarakat pesisir yang mampu memperkuat kesejahteraan nelayan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan.



Tim penelitian dipimpin oleh Dr. Hanif dengan anggota Agus Kurniawan, Dimas Pratomo, dan Dr. Suhendar. Dalam pelaksanaan survei, tim memperoleh pendampingan langsung dari Budi, staf Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, yang membantu tim memahami kondisi lapangan, karakteristik masyarakat pesisir, serta berbagai program pembangunan yang telah dijalankan pemerintah di kawasan tersebut.

Ketua tim peneliti, Dr. Hanif, menyampaikan bahwa pembangunan masyarakat pesisir saat ini tidak lagi dapat dilakukan dengan pendekatan sektoral semata. Diperlukan pendekatan yang terintegrasi antara aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan agar masyarakat nelayan mampu meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Menurutnya, konsep ekonomi biru (blue economy) menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk menjawab tantangan tersebut. Konsep ini menekankan pemanfaatan sumber daya kelautan dan pesisir secara produktif, namun tetap menjaga kelestarian lingkungan sebagai modal pembangunan jangka panjang.

 “Indonesia merupakan negara maritim dengan potensi kelautan yang luar biasa besar. Namun potensi tersebut harus dikelola secara bijaksana agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengorbankan keberlanjutan sumber daya yang ada. Di sinilah pentingnya pendekatan ekonomi biru,” ujarnya.

Selama survei lapangan, tim melakukan observasi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, wawancara dengan nelayan dan masyarakat sekitar serta pengumpulan data mengenai potensi sumber daya pesisir. Tim juga mengidentifikasi berbagai peluang pengembangan usaha yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat, mulai dari sektor perikanan tangkap, budidaya, pengolahan hasil laut, hingga pengembangan wisata pesisir berbasis masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, tim peneliti juga memberikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah yang terus memperkuat pembangunan kawasan pesisir melalui program Kampung Nelayan Merah Putih.

Program ini dinilai memiliki visi yang strategis karena tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat nelayan, penguatan kelembagaan ekonomi, pemberdayaan usaha mikro, serta pengembangan kawasan pesisir yang lebih tertata dan produktif.

Dr. Suhendar menjelaskan bahwa keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih dapat menjadi instrumen penting dalam mempercepat transformasi ekonomi masyarakat pesisir. Menurutnya, selama ini banyak desa pesisir yang memiliki sumber daya melimpah, tetapi belum sepenuhnya memperoleh nilai ekonomi yang optimal akibat keterbatasan akses pasar, teknologi, permodalan, dan pendampingan.

“Program Kampung Nelayan Merah Putih menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat nelayan. Ini merupakan langkah yang patut diapresiasi karena pembangunan pesisir tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sesaat, melainkan membutuhkan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, sektor swasta, hingga masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang memperkuat implementasi program-program pemberdayaan masyarakat pesisir di masa mendatang.

Tim peneliti juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, khususnya kepada Budi yang telah mendampingi kegiatan survei lapangan.

Pendampingan tersebut dinilai sangat membantu proses penelitian karena memberikan informasi yang komprehensif mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir serta berbagai program pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan di wilayah Lampung. “Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan hal yang sangat penting. ujar Dr. Hanif.

Penelitian ini memperoleh dukungan pendanaan dari Program MORA The AIR Funds Kementerian Agama Republik Indonesia yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dukungan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong lahirnya penelitian-penelitian yang mampu memberikan solusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan penguatan kebijakan publik berbasis riset.

Setelah menyelesaikan survei di Lampung, tim peneliti akan melanjutkan kegiatan penelitian di Provinsi Banten sebagai lokasi studi komparatif. Survei lapangan dijadwalkan berlangsung di Desa Bojonegara dan Desa Tanjungjaya. Kedua wilayah tersebut dipilih karena memiliki karakteristik masyarakat pesisir yang berbeda sehingga dapat memberikan perspektif yang lebih luas dalam merumuskan model pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi biru.

Melalui penelitian lintas daerah ini, tim peneliti FEBI UIN Raden Intan Lampung berharap dapat menghasilkan model pemberdayaan masyarakat pesisir yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga aplikatif bagi pemerintah dan masyarakat. Pada akhirnya, pembangunan pesisir yang berorientasi pada ekonomi biru, SDGs Desa, dan penguatan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan mampu mewujudkan masyarakat nelayan yang lebih sejahtera, mandiri, produktif, serta berdaya saing di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global. (Rls/Joe Bdl)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tim Periset FEBI UIN RIL Survei Lapangan, Kaji Strategi Ekonomi Biru untuk Penguatan Kampung Nelayan Merah Putih

Trending Now

Iklan

iklan