Gunung Sugih – Lapas Kelas IIB Gunung Sugih kembali melaksanakan pelatihan sulam tapis bagi warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian, Rabu (21/10). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kegiatan Kerja Lapas Gunung Sugih ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta produktivitas warga binaan melalui kerajinan khas Lampung yang memiliki nilai budaya dan nilai ekonomi.
Dalam pelatihan tersebut, warga binaan mengikuti praktik pembuatan sulam tapis dengan mempelajari teknik penyulaman, ketelitian dalam membentuk motif, serta proses penyelesaian hasil karya. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan sehingga keterampilan yang diperoleh tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas pembinaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga dapat dikembangkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kalapas Gunung Sugih, Sastra Irawan, mengatakan bahwa pembinaan keterampilan terus diarahkan agar warga binaan memiliki kemampuan yang dapat menjadi bekal untuk hidup mandiri dan produktif.
“Pelatihan sulam tapis ini menjadi salah satu upaya kami dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai manfaat. Kami berharap mereka dapat mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh, sehingga keterampilan yang diperoleh nantinya dapat dikembangkan menjadi peluang usaha setelah kembali ke masyarakat,” ujar Sastra Irawan.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Gunung Sugih terus mendorong pelaksanaan pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. Selain melestarikan kerajinan khas daerah, pelatihan sulam tapis juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, serta semangat warga binaan dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik.





