BANDAR LAMPUNG – Bukan sekadar melatih ketangkasan dan kerapian barisan, kegiatan Pramuka menjadi ruang bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung untuk belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, dan arti sebuah perubahan. Dengan penuh semangat dan antusiasme, warga binaan mengikuti latihan kepramukaan di Lapangan Apel Lapas Kelas I Bandar Lampung bersama instruktur dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Bandar Lampung, Kak Doso.
Dalam latihan tersebut, para peserta mendapatkan materi baris-berbaris, tata cara penghormatan dan pengibaran bendera, serta latihan kekompakan dalam kelompok. Setiap aba-aba instruktur diikuti dengan kesungguhan. Langkah demi langkah, warga binaan berusaha menyelaraskan gerakan, menjaga ketertiban, dan membangun kerja sama agar dapat bergerak secara kompak.
Suasana latihan berlangsung penuh semangat. Di bawah arahan Kak Doso, para peserta tidak hanya berlatih mengikuti instruksi, tetapi juga belajar menghargai aturan, mendengarkan arahan, serta menumbuhkan rasa saling percaya. Semangat yang terlihat di lapangan menjadi gambaran bahwa proses pembinaan dapat menjadi kesempatan untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
Bagi warga binaan, setiap latihan memiliki makna tersendiri. Barisan yang harus tetap rapi mengajarkan pentingnya kedisiplinan, gerakan yang harus serempak menanamkan nilai kekompakan, sedangkan tugas yang harus diselesaikan bersama melatih tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.
Kepala Bidang Pembinaan Lapas Kelas I Bandar Lampung, Gatot Suariyoko, menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan merupakan salah satu sarana pembinaan karakter yang memberikan manfaat nyata bagi pembentukan kepribadian warga binaan.
“Pramuka bukan hanya tentang baris-berbaris atau mengikuti aba-aba. Di dalamnya terdapat nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kebersamaan yang sangat penting dalam kehidupan. Kami ingin warga binaan memanfaatkan setiap kegiatan pembinaan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, membangun kebiasaan positif, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ungkap Gatot.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan (Kasi Bimkemas), Anggun Cici Rafila, menegaskan bahwa kegiatan Pramuka juga menjadi wadah untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat perubahan bagi warga binaan.
“Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Melalui Pramuka, warga binaan belajar bahwa perubahan membutuhkan kemauan, kedisiplinan, dan konsistensi. Kami berharap nilai-nilai yang mereka pelajari di lapangan tidak berhenti ketika latihan selesai, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari selama menjalani pembinaan hingga nantinya kembali ke tengah masyarakat,” tutur Anggun.
Pelaksanaan latihan bersama instruktur Kwarcab Kota Bandar Lampung, Kak Doso, menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pembinaan kepribadian di lingkungan Lapas. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang positif sekaligus memperkaya proses pembinaan melalui kegiatan yang terarah, edukatif, dan membangun karakter.
Lapas Kelas I Bandar Lampung terus mendorong pelaksanaan program pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan rutin, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai kehidupan yang bermanfaat bagi warga binaan. Melalui kegiatan kepramukaan, warga binaan diajak untuk membangun disiplin, menjaga kekompakan, menghargai sesama, serta menumbuhkan keyakinan bahwa masa depan yang lebih baik dapat dimulai dari kemauan untuk berubah hari ini.
Dari barisan yang rapi, mereka belajar disiplin. Dari langkah yang serempak, mereka memahami kebersamaan. Dan dari setiap proses pembinaan, tumbuh harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Dengan semangat kepramukaan, Lapas Kelas I Bandar Lampung berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan yang humanis, produktif, dan berkelanjutan guna mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat dengan membawa perubahan positif.





