LAMPUNG SELATAN – Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi Dedi Rustana Siregar, 38, pria asal Cilegon, Banten, yang dilaporkan melompat ke laut di kawasan Dermaga 7 Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (11/10). Korban ditemukan dalam kondisi selamat pada Senin (12/10) setelah dilakukan pencarian di perairan sekitar lokasi kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung yang diwakili oleh Komandan Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara mengatakan pencarian pada hari kedua dilaksanakan sejak pukul 07.00 WIB dengan mengerahkan tim SAR gabungan. Operasi dilakukan berdasarkan rencana operasi dan perhitungan Search and Rescue Map Prediction untuk menentukan area pencarian yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan korban.
Sekitar pukul 07.40 WIB, tim menerima informasi mengenai tanda-tanda keberadaan korban di kawasan Tanjung Tua. Tim kemudian bergerak menuju lokasi tersebut dan melaksanakan pencarian pada pukul 08.30 WIB. Setelah pencarian awal belum membuahkan hasil, tim melanjutkan penyisiran secara visual dan menggunakan alat utama sistem pencarian dan pertolongan (alut) di perairan sekitar lokasi.
"Perkembangan signifikan terjadi pada pukul 12.25 WIB setelah tim menerima informasi mengenai keberadaan korban di Pulau Kandang. Tim SAR gabungan segera bergerak menuju lokasi dan berhasil mengevakuasi korban pada pukul 13.00 WIB dalam kondisi selamat. Korban ditemukan pada koordinat 5°52.981' LS dan 105°45.627' BT, atau sekitar 0,99 mil laut ke arah tenggara dari titik dugaan korban melompat.", ujar Rezie.
Setelah dievakuasi, korban dibawa menuju Kantor ASDP Bakauheni. Selanjutnya, korban direncanakan kembali ke Cilegon, Banten. Keberhasilan evakuasi tersebut merupakan hasil koordinasi dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.
Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Pos SAR Bakauheni, Polairud Polres Lampung Selatan, Polda Lampung, ASDP Bakauheni, TNI Angkatan Laut, nelayan, serta keluarga dan masyarakat sekitar. Dalam operasi tersebut, tim mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB), perahu karet bermesin, kendaraan operasional, peralatan komunikasi, alat selam, dan perlengkapan pendukung lainnya.
"Dengan ditemukannya korban dalam kondisi selamat, pada pukul 13.50 WIB operasi SAR dihentikan dan dinyatakan selesai. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.", tutup Rezie.
Kantor Basarnas Lampung mengapresiasi sinergi seluruh unsur SAR gabungan serta dukungan masyarakat dalam pelaksanaan operasi tersebut.(***)





