ANEH..!! Bantuan KEMENPORA di Kampung Depok Rejo Lamteng Seketaris dan Mantan Kakam Sebut Nilai Berbeda

ANEH..!! Bantuan KEMENPORA di Kampung Depok Rejo Lamteng Seketaris dan Mantan Kakam Sebut Nilai Berbeda

Inilah kondisi lapangan sepak bola kampung Depok Rejo Trimurjo Lampung Tengah dari bantuan KEMENPORA tapi anehnya seketaris dan kepala kampung menyebut sua nilai yang berbeda pada proyek bantuan kementrian ini

 suaralampung.com
Trimurjo Lampung Tengah - Mantan Kepala Kampung Depok Rejo Trimurjo kabupaten Lampung Tengah dan Seketaris sebut bantuan pembangunan lapangan sepakbola bantuan kementrian pemuda dan olahraga dengan nilai berbeda.

Diketahui di propinsi Lampung ada 3 kabupaten yang mendapatkan bantuan  berupa dana hibah dari KEMENPORA tahun 2017 lalu yakni,kabupaten Lampung Tengah, Way Kanan dan Lampung Selatan dengan nilai setiap kabupaten adalah 280 juta dan untuk mendapatkan bantuan yang bersumber dari kementrian pemuda dan olahraga(KEMENPORA) pemerintah kampung Depok Rejo kecamatan Trimurjo kabupaten Lampung tengah, mengajukaan proposal ke menpora  melalui kelompok kerja masyarakat ( pokmas ) guna perbaikan lapangan sepak bola dikampung setempat seperti pembuatan gawang, pembangunan siring sipinggir lapangan juga 2 unit bangunan tribun dan bola.

Hal tersebut di sampaikan oleh mantan PJ kepala kampung Depok Rejo kecamatan Trimurjo kabupaten Lampung Tengah.Yanto pada person lembaga tim pemantau kebocoran anggaran negara Tedy Irawan beberapa waktu lalu karena menurut Tedy bantuan pemerintah melalui kementrian senilai 280 juta Rupiah itu sangatlah tak sesuai dengan fisik yang kedapatan dilapangan sepak bola kampung setempat,apa lagi saat ini kondisinya yang dibangunkan pada waktu itu terdapat banyak keretakan terutama pada semenisasi tribun juga terkesan tak terawat sama sekali.
"Dan temuan kami ini akan menjadi rekomendasi untuk pemberkasan laporan atas dugaan mark up yang kuat diduga Yanto sebagai seketaris Kampung pada waktu itu harus bisa mempertanggung jawabkannya di depan hukum atas dugaan tersebut."Jelasnya

Masih menurut Yanto mantan PJ kakam, sistem pengerjaan bantuan yang didapat tersebut dikelola oleh kelompok masyarakat (pokmas) sementara di kampung Depok Rejo kecamatan Trimurjo Lampung tengah, di bantu oleh perangkat kampung setempat untuk mewujudkan  pembangunan 2 unit tribun, buat galian keliling lapangan 2 unit gawang dan pembelian 7 buah bola, jelas Yanto  saat ini kembali selaku sekretaris kampung dijelaskannya di balai kampung (14/1 /2020) beberapa waktu lalu saat   di jumpai diruangan kerjanya.

Sementara beberapa tokoh dan warga masyarakat kampung Depokrejo yang enggan di sebut namanya mengungkapkan pada wartawan bahwa, pada tahun 2017 kampungnya mendapatkan bantuan dana hibah dari Kemenpora dengan nilai 180 juta sesuai saat kepala kampung Wariadi pada waktu dalam penyampaiannya saat rakor kampung .
Tapi Ironinya  Yanto selaku sekretaris kampung saat ini memberikan keterangan dan membenarkan bahwa besar bantuan hibah tersebut sebesar 280 juta, hal ini berbeda dengan pernyataan kepala kampung Wariadi yang menyebut bantuan hanya 180 juta saja.

Lain hal yang dikatakan salah satu warga di dusun VI kampung setempat."Sumaryanto dengan beraninya mengatakan, dan katanya." Semua warga tau kok mas, wong bangun lapangan srgitu kok bisa mengabiskan uang ratusan juta, jelasnya, coba mas mas cek sendiri pantas tidak dengan biaya yang dikeluarkan,meski kita orang kampung tapi sedikit tau juga dengan kerjaan bangunan.'ujarnya kesal. Masalah dikampung ini gak pernah trafaran mas aparatnya mengerjakan apa apa sendiri makanya saya berani mengatakan ini,apa lagi Yanto itu selama 6 tahun kerja jadi aparatur tapi selalu nembohongi seperti bengkok saja selalu dikuasainya, belummlagi berbagai proyek kampung dia semua yang mengelolanya tanpa melibatkan aparatur kampung lainnya.' Kalo ini jadi persoalan saya siap jadi saksi kemana saja mas.'tutur sumaryanto

Dengan keterangan yang berbeda tentang jumlah bantuan KEMENPORA tersebut dan ketika kembali akan dikonfirmasi pada mantan Kepala Kampung Wariadi namun yang bersangkutan tak bisa ditemui di kediamannya, Wariadi terkesan menghindar,dan kata sang istri sedang ada kegiatan tak ada dirumah, hingga berita ini dipublikasikan pihak media belum bisa mengkonfirmasi terkait perbedaan nilai bantuan yang disebut mantan kakam dan seketaris kampung saat ini.(DRZ)





Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "ANEH..!! Bantuan KEMENPORA di Kampung Depok Rejo Lamteng Seketaris dan Mantan Kakam Sebut Nilai Berbeda"

Posting Komentar