Sakral dan Penuh Makna, Pembantonan Kampung Adat Tiyuh Negri Galih Sungkai, Hardi, SH Resmi Sandang Gelar Sutan Lurah Marga

Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Sakral dan Penuh Makna, Pembantonan Kampung Adat Tiyuh Negri Galih Sungkai, Hardi, SH Resmi Sandang Gelar Sutan Lurah Marga

Sabtu, Juni 06, 2026 | 18:36 WIB 0 Views Last Updated 2026-06-06T11:36:46Z

Sungkai, – Tradisi adat Lampung kembali ditegakkan melalui prosesi sakral Pembantonan dalam rangka pembentukan kampung adat baru di Tiyuh Negri Galih, Kecamatan Sungkai, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen masyarakat dalam melestarikan kearifan lokal budaya Lampung yang sarat nilai filosofi dan kebersamaan.

Dalam rangkaian acara tersebut, Hardi, SH secara resmi dianugerahi gelar adat Sutan Lurah Marga melalui prosesi begawi, yakni upacara adat pengangkatan gelar yang berlangsung khidmat dan penuh makna.

Upaya Pelestarian Budaya Lampung
Pengukuhan kampung adat ini tidak hanya menjadi simbol berdirinya wilayah adat baru, namun juga merupakan langkah strategis dalam menjaga dan merawat warisan budaya leluhur.

“Pengukuhan dan pembentukan kampung adat baru ini merupakan upaya melestarikan kearifan lokal dari budaya Lampung,” menjadi semangat utama dalam kegiatan tersebut.

Prosesi pembantonan sendiri merupakan tradisi adat yang berfungsi sebagai bentuk peneguhan atau pengesahan kampung secara adat dan sosial, dengan melibatkan tokoh adat, masyarakat, serta unsur spiritual.

Rangkaian Prosesi Adat
Pelaksanaan pembantonan diawali dengan musyawarah adat untuk mencapai kesepakatan bersama, mulai dari pembentukan struktur kepemimpinan hingga penentuan hari baik.

Selanjutnya, dilakukan penetapan batas wilayah adat sebagai dasar keberadaan kampung secara tradisional.

Pada puncak acara, digelar upacara adat yang meliputi doa bersama, penyembelihan hewan sebagai simbol pengesahan, serta pengucapan sumpah adat yang menegaskan komitmen masyarakat dalam menjaga nilai-nilai budaya.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemberian gelar adat dan penobatan tokoh masyarakat, termasuk pengangkatan Hardi, SH sebagai Sutan Lurah Marga.

Begawi dan Kebersamaan Masyarakat
Sebagai bagian dari tradisi, kegiatan begawi turut digelar dengan menghadirkan berbagai unsur budaya seperti tari-tarian adat, musik tradisional, hingga jamuan makan bersama.

Momentum ini menjadi simbol kuat persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam menyambut berdirinya kampung adat baru.

Harapan ke Depan Dengan terbentuknya kampung adat di Tiyuh Negri Galih, masyarakat berharap nilai-nilai luhur seperti piil pesenggiri dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Selain itu, keberadaan kampung adat ini diharapkan mampu menjadi pusat pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas masyarakat Lampung di tengah arus modernisasi. (Tri/ Asadi)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sakral dan Penuh Makna, Pembantonan Kampung Adat Tiyuh Negri Galih Sungkai, Hardi, SH Resmi Sandang Gelar Sutan Lurah Marga

Trending Now

Iklan

iklan