LAMPUNG SELATAN — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Kotabumi memperluas jejaring kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Kamis (13/8/2026).
PKS tersebut ditandatangani oleh Kepala Bapas Kelas II Kotabumi, Afan Sulistiono, S.H., M.H., bersama perwakilan ITERA, Ir. Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D. Kerja sama ini diarahkan untuk mengintegrasikan potensi akademik, riset, serta teknologi dengan kebutuhan penyelenggaraan Pemasyarakatan.
Kolaborasi tersebut tidak hanya mencakup pendidikan dan penelitian, tetapi juga pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan inovasi yang dapat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan.
Bagi Bapas Kotabumi, kerja sama dengan perguruan tinggi berbasis teknologi seperti ITERA membuka peluang untuk menghadirkan pendekatan baru dalam pembimbingan dan pemberdayaan klien pemasyarakatan.
Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan dapat menjadi nilai tambah dalam pengembangan program pembimbingan yang lebih adaptif, sekaligus membantu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Pemasyarakatan.
Afan Sulistiono menilai kolaborasi lintas sektor merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring sekaligus menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan tugas Pemasyarakatan. Dukungan akademik dan teknologi dari perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan program yang dibutuhkan klien pemasyarakatan.
Dari Teknologi untuk Reintegrasi Sosial
Kerja sama Bapas Kotabumi dan ITERA memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar hubungan kelembagaan. Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung proses pembimbingan hingga reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.
Reintegrasi sosial menuntut adanya proses pembimbingan yang mampu membekali klien dengan kemampuan dan kepercayaan diri untuk kembali menjalankan fungsi sosialnya. Karena itu, keterlibatan perguruan tinggi dapat menjadi salah satu sumber penguatan melalui penelitian, pengembangan inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dengan karakter ITERA sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada bidang teknologi, terbuka peluang pengembangan berbagai inovasi yang relevan dengan kebutuhan Pemasyarakatan, sepanjang dapat diterapkan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing pihak.
Langkah tersebut juga memperkuat arah Pemasyarakatan yang dituntut semakin adaptif, kolaboratif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selaras dengan Asta Cita dan Program Akselerasi
Kolaborasi Bapas Kotabumi dengan ITERA juga menjadi bagian dari upaya menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam kerja nyata di tingkat satuan kerja.
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sebelumnya menetapkan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai tindak lanjut dari Asta Cita Presiden. Pemerintah sendiri menegaskan bahwa program-program tersebut menjadi bagian dari arah transformasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Dalam konteks kegiatan ini, relevansi paling kuat terlihat pada upaya meningkatkan kualitas pembinaan dan pemberdayaan melalui penguatan kapasitas, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor. 13 Program Akselerasi juga menempatkan pemberdayaan warga binaan dan penciptaan manfaat sosial sebagai bagian dari agenda Pemasyarakatan.
Semangat tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat sebagai bagian dari agenda transformasi nasional.
Dengan menggandeng perguruan tinggi, Bapas Kotabumi tidak hanya memperluas jaringan kerja sama, tetapi juga berupaya menghadirkan sumber daya pengetahuan dan teknologi untuk memperkuat kualitas pelaksanaan tugas Pemasyarakatan.
Bapas Kotabumi Perkuat Ekosistem Pemasyarakatan
Penandatanganan PKS dengan ITERA menjadi langkah lanjutan Bapas Kelas II Kotabumi dalam membangun ekosistem Pemasyarakatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi penting karena Pemasyarakatan tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan keberhasilan reintegrasi sosial. Dukungan dunia akademik, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar proses pembimbingan memiliki dampak yang lebih luas.
Ke depan, kerja sama Bapas Kotabumi dan ITERA diharapkan dapat berkembang menjadi berbagai kegiatan konkret yang memberikan manfaat langsung, baik melalui pengembangan inovasi, peningkatan kapasitas, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Bapas Kelas II Kotabumi untuk terus bergerak membangun Pemasyarakatan yang modern, inovatif, humanis, dan berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial.
Penandatanganan PKS berlangsung aman, tertib, dan lancar sebagai wujud komitmen kedua institusi untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Bapas Kotabumi dan ITERA kini membuka ruang baru: mempertemukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan misi kemanusiaan Pemasyarakatan.





