Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Lampung Buka Terobosan Program Sai Bumi Edukasi Bagi WBP

Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Lampung Buka Terobosan Program Sai Bumi Edukasi Bagi WBP

Kamis, Agustus 13, 2026 | 21:27 WIB 0 Views Last Updated 2026-08-13T14:27:19Z
Bandar Lampung — Melalui program Saibumi Edukasi, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Lampung terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong seluruh warga binaan mendapatkan akses pendidikan yang lebih luas, modern dan berkelanjutan, Kamis 13 Agustus 2026.

Program yang digagas Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Lampung, Agus Wahono, tersebut dirancang sebagai strategi penguatan ekosistem pendidikan di lingkungan pemasyarakatan. Targetnya bukan sekadar memberikan kegiatan belajar, tetapi membekali warga binaan agar memiliki kualitas, kompetensi, dan daya saing ketika kembali ke tengah masyarakat.

“Ini strategi penguatan ekosistem pendidikan warga binaan Kanwil Ditjenpas Lampung untuk mewujudkan warga binaan yang berkualitas, berkompeten dan punya daya saing nantinya di luar,” tuturnya.

Menurut Agus, Saibumi Edukasi menerapkan sistem pembelajaran blended learning, yakni menggabungkan pembelajaran tatap muka dan digital. Konsep tersebut menjadi pengembangan dari pendidikan yang selama ini telah berjalan di sejumlah lapas, seperti program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C.

Ke depan, akses pendidikan juga akan diperluas hingga jenjang perguruan tinggi melalui kerja sama dengan sejumlah universitas, salah satunya Universitas Bandar Lampung (UBL). “Pendidikan ini sudah ada, cuma memang belum dimaksimalkan seperti itu. Dengan Saibumi Edukasi, ekosistemnya kita tingkatkan,” ujarnya.

Dalam konsep Saibumi Edukasi, sistem pembelajaran dilengkapi kurikulum, modul, serta kelas klasikal dan kelas digital. Pembelajaran klasikal dilakukan dengan menghadirkan tutor ke lapas, sedangkan pembelajaran digital dapat dilakukan secara daring maupun menggunakan modul digital yang telah disiapkan.

Agus menegaskan program tersebut terbuka bagi seluruh warga binaan. Menurutnya, pendidikan merupakan hak dasar yang tetap melekat pada setiap warga binaan selama menjalani masa pidana.

Kanwil Ditjenpas Lampung juga bersiap menghadirkan program perkuliahan (S-1) hukum bagi warga binaan di Lapas Raja Basa, bekerja sama dengan Universitas Bandar Lampung (UBL) yang direncanakan mulai berjalan pada pertengahan September 2026.

​Dia menjelaskan hak mendapatkan pendidikan adalah hak dasar bagi seluruh warga negara, termasuk para warga binaan, sebagaimana diatur dalam Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945 dan UU Pemasyarakatan.

Oleh karena itu, program pendidikan ini bersifat wajib bagi seluruh warga binaan yang memenuhi syarat dan disediakan secara gratis, khususnya untuk program kesetaraan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

​"Hak dasar mereka tidak boleh hilang. Makanya kita sebagai petugas lapas harus menyampaikan dan melaksanakan hak itu. Yang belum lulus SD, SMP, hingga SMA, bahkan yang mau kuliah, kita fasilitasi," katanya.

​Dalam pelaksanaan, Kanwil Ditjenpas Lampung menggandeng berbagai pihak eksternal secara masif, di antaranya perguruan tinggi seperti Universitas Lampung (Unila), Institut Teknologi Sumatera (Itera), Universitas Bandar Lampung (UBL), dan UIN Raden Intan.

Selain itu, kolaborasi juga dilakukan dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

​Salah satu bentuk implementasi kerja sama nyata juga terlihat di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), di mana pihak lapas bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan SMA Negeri 1 Jati Agung membuka kelas khusus bagi anak didik pemasyarakatan.

"Kelas ini berbasis SMA Terbuka, di mana kurikulum yang diajarkan sama dengan sekolah induk, namun proses belajarnya dilakukan di dalam lapas. Saat ini tercatat sekitar 20-an siswa yang mengikuti program tersebut," kata dia.

Sejak program Sai Bumi Edukasi ini digulirkan, Agus Wahono mengklaim terdapat progres positif, terutama pada peningkatan ekosistem pembelajaran dan jumlah partisipasi warga binaan. Sebagai contoh, di Lapas Bandarlampung jumlah peserta didik yang semula berkisar puluhan orang, kini sudah meningkat hingga hampir mencapai 100 warga binaan.

​"Harapan kami, program ini menjadi model pembelajaran modern yang sukses diterapkan di seluruh lapas di Lampung. Lebih jauh lagi, kami berharap program ini bisa diadopsi secara nasional sebagai model pembelajaran di lapas-lapas seluruh Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital," demikian Agus. 

Dalam konsep Saibumi Edukasi, sistem pembelajaran dilengkapi kurikulum, modul, serta kelas klasikal dan kelas digital. Pembelajaran klasikal dilakukan dengan menghadirkan tutor ke lapas, sedangkan pembelajaran digital dapat dilakukan secara daring maupun menggunakan modul digital yang telah disiapkan.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Lampung Buka Terobosan Program Sai Bumi Edukasi Bagi WBP

Trending Now

Iklan

iklan